Komite Sekolah SD Negeri Giritirta
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Mei 2012

SD GIRITIRTA TAHUN 2012

DENGAN MENERAPKAN MBS,
TERWUJUDLAH SEBUAH PERUBAHAN


  • MBS MEMANG BUKAN SATU-SATUNYA CARA UNTUK MENNGKAT MUTU PENDIDIKAN, NAMUN IBARAT SEBUAH OBAT, MBS ADALAH OBAT MUJARAB YANG MAMPU MEMBANGKITKAN SEMANGAT BARU.
  • JIKA KETIGA PILAR MBS (MANAJEMEN SEKOLAH, PAKEM & PSM ) BISA BERJALAN DENGAN SEIMBANG DAN KOMPAK SESUAI DENGAN TUGAS MASING-MASING, MAKA DALAM WAKTU YANG TIDAK LAMA, PERUBAHAN AKAN BISA DIRASAKAN.  
  • MAKA APABILA SUDAH MENERAPKAN PROGRAM RINTISAN MBS TAPI KUALITAS PENDIDIKAN TIDAK MENINGKAT, BERARTI ADA YANG TIDAK BERES DENGAN SALAH SATU DARI KETIGA PILAR MBS.

Rabu, 02 Mei 2012

HARI PENDIDIKAN NASIONAL

Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Di depan, (guru) memberi contoh. Di tengah, (guru) memberi semangat. Di belakang, (guru) memberi dorongan, demikian ujar Ki Hajar Dewantara, seorang pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia pada zaman penjajahan Belanda. Tokoh teladan yang terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat pada 2 Mei 1889 ini mendirikan Perguruan Taman Siswa, di mana kaum pribumi jelata mendapatkan kesempatan untuk memperoleh hak pendidikan sebagaimana halnya para priyayi dan turunan Belanda. Nah, sekarang, bagaimana kita meneruskan semangat beliau? Hendaknya, masuknya teknologi yang semakin canggih bisa kita manfaatkan dengan baik. Gunakan internet untuk mencari informasi yang baik & berguna untuk menambah ilmu kita.

Rabu, 25 April 2012

SD NEGERI GIRITIRTA SETELAH MBS

KEADAAN SD NEGERI GIRITIRTA TAHUN 2007
PROGRAM RINTISAN MBS
  • MANAJEMEN :
  1. Mengikuti pelatihan MBS & studi banding;
  2. Pembentukan Pengurus Komite Sekolah;
  3. Bersama pihak sekolah menyusun Visi Misi, RAPBS & Program sekolah;
  4. Iuran wali murid naik 100% (tahun pertama);
  • PAKEM
  1. KBM menggunakan model PAKEM;
  2. Kedisiplinan Guru meningkat;
  3. Prestasi anak didik nampak lebih baik;
  4. Menerapkan Jam BESIMAS;
  5. Membentuk Paguyuban Wali murid;
  6. Menyediakan tenaga dari masyarakat untuk menunjang proses KBM dalam hal :
  •   Kesenian   : Drumband, Rebana, Qasidah, Seni Tari & seni tradisional;
  •   Olahraga   : Sepak Bola, Beladiri, Bulu Tangkis;
  •   Agama      : Pesantren Kilat, Qiro’ah;
  •   Umum       : Komputer, Pramuka, Pidato;
  •   Menciptakan lingkungan sekolah sebagai sumber/media belajar;
  •   Pemancar Radio : Menyelenggarakan siaran pendidikan.

Bantuan Operasional Sekolah (BOS)

Pengumuman Kebijakan BOS Depdiknas Tahun 2009

Berikut 5 Kebijakan BOS Depdiknas tahun 2009 :

1. Biaya satuan BOS, termasuk BOS Buku, per siswa/tahun mulai januari 2009 naik secara
    signifikan menjadi: SD dikota Rp 400 ribu, SD di kabupaten Rp 397 ribu, SMP di kota 
    Rp. 575 ribu, dan SMP di kabupaten Rp 570 ribu.
2. Dengan kenaikan kesejahteraan guru PNS dan kenaikan BOS mulai januari 2009, semua 
    SD dan SMP negeri harus membebaskan siswa dari biaya operasional sekolah, kecuali 
    RSBI dan SBI.
3. Pemda wajib mengendalikan pungutan biaya operasional di SD dan SMP swasta sehingga 
    siswa miskin bebas dari pungutan tersebut dan tidak ada pungutan berlebihan kepada siswa 
    mampu.
4. Pemda wajib mensosialisasikan dan melaksanakan kebijakan BOS tahun 2009 serta 
    menyanksi pihak yang melanggar.
5. Pemda wajib memenuhi kekurangan biaya operasional dari APBD bila BOS dari Depdiknas 
    belum mencukupi.

Selasa, 24 April 2012

Penerapan Konsep Kecerdasan Ganda


Pada dasarnya manusia dilahirkan dengan kelebihan dan keunikan masing-masing. Definisi kecerdasan mengalami perkembangan dari yang semula cerdas itu hanya sebatas kecerdasan intelektual, kini kecerdasan itu diketahui semakin beragam. Kalau dulu siswa "pintar" itu hampir dipastikan adalah siswa yang memiliki nilai rata - rata mata pelajaran tinggi. Namun ternyata hal tersebut tidak relevan dengan sifat - sifatatau keunggulan unik dari masing - masing siswa. Kecerdasan itu beraneka ragam, antara lain : bahasa, olah raga, intelektual, sosial, komunikasi, menulis / sastra, dan beragam kecerdasan lain. Para guru harus memiliki pandangan bahwa pada dasarnya siswa yang diasuhnya pastilah memiliki salah satu atau lebih keunggulan atau keunikan tertentu. bantulah siswa untuk menemukan keunikannya. Yang unggul di bidang sains, tentu harus kita arahkan ke bidangnya, demikian pula jangan pernah memaksa atau bahkan menghina, seorang siswa yang memilki kecerdasan di bidang seni tetapi agak tertinggal di pelajaran matematika. Jangan sampai bibit - bibit WR Supratman atau Taufik Ismail dibelokkan menjadi seorang Habibie. Atau calon atlet nasional yang tersudut dan putus asa karena tertekan atas ketidakmampuannya di pelajaran bahasa Inggris, sehingga potensi bakat olah raganya menjadi terbengkelai. Guru yang baik adalah teman dan konsultan bagi siswanya untuk menemukan keunikannya sebagai bekal untuk menyongsong masa depan yang gemilang.